Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner2
upbs
pustaka
kalender

Forum Litbang/Katalog Online

Program Litbang
MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (M-KRPL) DI KOTA PALU PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 11 September 2013 08:56

RINGKASAN

Kementerian Pertanian kemudiaan menyusun suatu konsep yang disebut dengan “Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (Model KRPL)” yang merupakan himpunan dari Rumah Pangan Lestari (RPL) yaitu rumah tangga dengan prinsip pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, pelestarian tanaman pangan untuk masa depan, serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk menjaga keberlanjutannya, pemanfaatan pekarangan dalam konsep Model KRPL dilengkapi dengan kelembagaan Kebun Bibit Desa, unit pengolahan serta pemasaran untuk penyelamatan hasil yang melimpah. Konsep MKRPL juga berupa pembinaan pemberdayaan petani dibeberapa subsektor yang mengarah pada pemanfaatan pekarangan yang diselaraskan dengan berbagai program lain yang telah berjalan seperti Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) dan PNPM. Kegiatan pengembangan MKRPL telah dimulai sejak tahun 2011. Pada Tahun 2012 ini kegiatan M-KRPL dilaksanakan di 7 (tujuh) kabupaten yaitu Donggala, Parigi Mautong, Poso, Morowali, Banggai, Sigi Biromaru dan 1 (satu) kota yaitu Kota Palu.

Kegiatan MKRPL Kota Palu dilaksanakan di kelurahan Duyu. Selain itu juga dilakukan kegiatan kerjasama dengan Bank Indonesia yang dilaksanakan di Kelurahan Pengawu. Kerjasama dengan persaudaraan muslimah (Salimah) di BTN Pesona Teluk Palu  dan di Pondok pesantren Aisyiah dan kerjasama dengan wahana visi indonesia di Kelurahan Tipo. Tahapan kegiatan adalah koordinasi dengan instansi terkait tentang lokasi kegiatan serta pelaksanaan kegiatan dilapangan, kemudiaan identifikasi kelompok sasaran mengelompokkan pekarangan sempit, sedang, dan luas. Pelaksanaan kegiatan dilapangan yaitu pengembangan MKRPL dilokasi terpilih dengan membangun rumah pangan lestari sebagai rumah contoh dan kebun desa. Akhirnya kegiatan sosialisasi kegiatan tingkat kecamatan kepada pemerintah daerah setempat, penyuluh, Gapoktan dan Tim Penggerak PKK.

Hasil yang diperoleh adalah peserta MKRPL di Kelurahan Duyu sebanyak 15 KK yang sebagian besar pada strata 1 (luas lahan sempit). Rata-rata tanaman yang ada dilahan peserta terdiri atas tanaman cabe, tomat, terung, sawi, kangkung dan seledri. Kebun bibit desa telah beroperasi untuk 2 kali tanam dan satu kali benih ditanam di lahan pengurus PKK. Inovasi teknologi diantaranya adalah polibag, rak dan penanaman langsung tanaman di bedengan. Umumnya pekarangan yang melakukan KRPL terdapat 1-2 rak dan 2-3 buah bedengan. Beberapa petani juga ada yang mulai memelihara hewan ternak dan ikan lele.

Nilai tambah yang diperoleh berdasarkan wawancara dengan peserta diperoleh rata-rata setiap bulannya terdapat penurunan biaya untuk membeli sayuran sebesar Rp. 2800,- Jumlah ini tergolong sedikit dibandingkan biaya pembelian sayuran yang berkisar Rp. 60.000,- per bulan. Selain itu terjadi kenaikan nilai PPH dari data yang diperoleh oleh Badan Ketahanan Pangan dari sebelumnya 51,7 menjadi 86,1. Hanya saja data yang diambil adalah pengurus dari PKK yang menjadi penggerak kegiatan.

Kerjasama dengan pihak lainnya diantaranya dengan Dinas Kotamadya Palu, kerjasama dengan  Bank Indonesia di Kelurahan Pengawu, kerjsama dengan Persaudaran Muslimah (Salimah) dan Wahana Visi Indonesia.

Kegiatan kerjasama yang sangat menonjol adalah kerjasam dengan Bank Indonesia yang pada awalnya hanya melibatkan dua dasawisma atau 20KK menjadi berkembang sebanyak 44 KK atau seluruh dusun tersebut padahal kegiatan baru dimulai di BUlan Oktober 2012. Bank Indonesia memberikan sejumlah dana untuk penyediaan kebun bibit, benih dan kandang ayam kampong. PKK setempat bersama dengan kepala keluarga dan pemerintah daerah menyediakan tenaga kerja dan bahan lain yang tidak di berikan oleh Bank Indonesia. Dinas Perikanan Provinsi juga membuatkan kolam ikan lele sebanyak dua kolam dengan benih ikan tiap kolam sebanyak 2000 ekor.

Hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini telah dirasakan oleh masyarakat setempat berupa prestasi tingkat provinsi di urutan tiga besar. Pendapatan dari sayuran yang dikelola secara mandiri dan bersama-sama yaitu beberapa orang warga telah mampu menjual secara rutin sayuran dengan keuntungan bersih setiap bulan Rp. 200.000,- PKK setempat juga telah merintis kerjasama penyediaan sayuran untuk karyawan di Perusahaan Swasta. Kegiatan kerjasama yang dilakukan oleh Bank Indonesia dapat menjadi contoh sinergisme beberapa dinas atau perusahaan lainnya. Walaupun pemilihan petani kooperator juga menjadi titik penting dalam suksesnya kegiatan ini.

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 3
Joomla Templates by JoomlaVision.com