Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
RCP
banner2
pustaka
upbs
kalender

Forum Litbang/Katalog Online

Alat Tanam Benih Langsung (Atabela) Jajar Legowo 2:1 PDF Print E-mail
Tuesday, 11 January 2011 13:25
Pertumbuhan produksi padi di Sulawesi Tengah dari tahun 2004 sampai dengan 2008 terus mengalami kenaikan sebesar 41,22% (280.613 ton), dengan rata-rata peningkatan per tahun sebesar 9,18%. Peningkatan produksi padi tersebut, di samping karena peningkatan luas lahan dari 169.467 ha menjadi 203.040 ha, juga adanya peningkatan produktifitas lahan dari 40,1 kw/ha menjadi 47,35 kw/ha. Pada kegiatan budidaya padi, kegiatan tanam membutuhkan tenaga kerja yang paling besar. Sementara itu, ketersediaan buruh tanam semakin lama semakin terbatas. Untuk mengatasi permasalahan tenaga kerja tanam, UPTB Karyamukti Kecamatan Damsol Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah telah melakukan upaya untuk meningkatkan kinerja penanaman dengan merancang dan menggunakan alat tanam benih langsung (atabela) jajar legowo 2:1. Dengan menggunakan atabela jajar legowo 2:1 ini, kegiatan penanaman dapat dilakukan oleh 2 orang, dengan kapasitas kerja 1,5-2 ha/hari. Alat tabela jajar legowo 2:1 ini dikembangkan pertama kali pada tahun 2008 dengan bahan-bahan yang sederhana dan murah. Bahan-bahan untuk merancang alat tanam tabela jajar legowo 2:1 mudah didapatkan, yaitu berbahan dasar utama dari pipa paralon dan kayu. Oleh karena itu, alat tanam jajar legowo 2:1 ini ringan dan biaya pembuatan murah sehingga berpeluang besar untuk diadopsi oleh petani lainnya. Pada tahun 2009 telah dilakukan kaji terap dan pemasyarakatan alat tabela jajar legowo 2:1 di Desa Malonas, Kecamatan Damsol, Kabupaten Donggala. Kaji terap tersebut difasilitasi melalui kegiatan inisiatif local BPTP Sulawesi Tengah yang didanai oleh P4MI (Program Peningkatan Pendapatan Petani melalui Inovasi). Alat Tabela Jajar Legowo 2:1 mempunyai spesifikasi kapasitas penampung benih 8 kg, jarak tanam 40 x (20 x 10) cm, lebar alat 1, 8 m, kinerja 4,9 ha/jam, kebutuhan benih 20.1 kg/ha, jumlah benih 2-4 biji per lubang dengan rerata 2.96 biji/lubang. Penggunaan alat tabela akan mengurangi biaya saprodi khususnya benih dari 35 kg/ha menjadi 20 kg/ha atau setara dengan Rp 90.000,-. Sedangkan dari kebutuhan pembiayaan tenaga kerja akan mengurangi biaya tanam dari Rp 660.000,- menjadi Rp 150.000,- atau Rp 510.000,- Pengurangan biaya tanam tersebut disebabkan pada penggunaan alat tabela hanya dibutuhkan 2 orang operator (bergantian) yang ongkos borongannya Rp 150.000,-/ha. Sedangkan pada cara tapin dibutuhkan tenaga tanam yang cukup banyak dengan ongkos borongannya Rp 500.000,-/ha. Selain itu masih dibutuhkan ongkos cabut benih Rp 100.000,- dan biaya banjar Rp 60.000,-.


























 
Joomla Templates by JoomlaVision.com